FM 26 Dinilai Terlalu Mudah? Save Pengangguran Tanpa Lisensi Picu Perdebatan Panas
FM 26 Dinilai Terlalu Mudah Save Pengangguran Tanpa Lisensi Picu Perdebatan Panas
Belakangan ini, komunitas Football Manager 26 (FM 26) kembali mengangkat satu isu sensitif. Banyak pemain mulai mempertanyakan apakah jalur karier paling ekstrem di game ini—memulai sebagai pengangguran tanpa lisensi kepelatihan—masih pantas disebut menantang.
Perdebatan tersebut mencuat setelah sebuah diskusi di Reddit menarik perhatian pemain lama FM. Seiring berjalannya diskusi, semakin banyak pemain menilai progres karier manajer di FM 26 terasa terlalu cepat dan minim hambatan.
Satu Cerita Save yang Mengubah Arah Diskusi
Awalnya, seorang pemain veteran dengan username FluffyCoconut membagikan pengalamannya. Ia memulai save dari titik paling bawah: tanpa pekerjaan, tanpa reputasi, dan tanpa satu pun badge kepelatihan.
Namun, alih-alih terjebak lama di level amatir, ia justru melesat dengan kecepatan yang mengejutkan komunitas. Dari sinilah perdebatan mulai berkembang.
Dari Chile ke Argentina, Lalu Melompat ke Eropa
Pada tahap awal, beberapa klub kecil Eropa memang menolak lamarannya. Meski begitu, situasi berubah saat Santiago Wanderers, klub divisi dua Chile, memberikan kesempatan.
Sejak saat itu, performanya langsung menonjol. Ia membawa klub promosi lebih cepat dari target dan rutin menembus final piala domestik. Berkat pencapaian tersebut, ia kemudian pindah ke Lanús di Argentina.
Di sana, ia langsung mencatat dua gelar liga secara beruntun. Selanjutnya, klub-klub Eropa mulai meliriknya.
Lille dan Chelsea Percepat Jalur Karier
Setelah itu, Lille dari Ligue 1 Prancis merekrutnya. Ia kembali menunjukkan konsistensi dengan menjuarai liga dan melaju hingga semifinal Liga Champions.
Tak lama berselang, Chelsea menunjuknya sebagai manajer. Pada musim pertamanya, ia langsung membawa klub London tersebut menjuarai Premier League tanpa melakukan satu pun transfer pemain.
Memasuki awal 2030-an, karier virtual ini sudah mencakup gelar liga di Argentina, Prancis, dan Inggris, meskipun semuanya berawal dari status pengangguran tanpa lisensi.
Progres Terlalu Cepat, Tantangan Hilang?
Dalam unggahannya, FluffyCoconut menyoroti kecepatan peningkatan atribut manajer dan lisensi kepelatihan. Menurutnya, save ini tidak lagi terasa seperti perjalanan panjang seorang journeyman.
Ia juga menilai sistem FM 26 terlalu cepat membuka pintu klub besar, bahkan tanpa fase jatuh-bangun atau risiko pemecatan yang signifikan.
Keterbatasan Desain Game Ikut Berperan
Meski kritik tersebut terdengar masuk akal, konteks desain game tetap memegang peran penting. Di dunia nyata, pelatih jarang langsung menjabat sebagai manajer utama. Sebaliknya, mereka biasanya mengawali karier sebagai staf spesialis atau pelatih tim usia muda.
Namun, Football Manager tidak mensimulasikan fase tersebut. Game ini hanya memberi satu jalur karier utama: menjadi manajer. Karena itu, FM menyederhanakan perjalanan karier demi menjaga alur permainan tetap aktif.
Football Manager Fokus pada Progres, Bukan Simulasi Hidup
Selain itu, memasukkan peran teknis seperti analis data atau pelatih bola mati berpotensi memperlambat gameplay. Akibatnya, FM memilih mengorbankan sebagian realisme demi kenyamanan bermain.
Oleh karena itu, Football Manager memposisikan diri sebagai simulasi manajemen, bukan simulasi karier pelatih secara menyeluruh.
Komunitas Menawarkan Solusi Alternatif
Alih-alih hanya mengkritik, komunitas justru menawarkan pendekatan praktis. Komentar terpopuler di Reddit mendorong pemain untuk menetapkan batasan pribadi saat menjalani save pengangguran.
Pendekatan ini sejalan dengan kebiasaan pemain game olahraga lain yang sengaja membatasi diri demi menjaga tantangan.
Aturan Tambahan Agar Save Tetap Realistis
Lisensi Kepelatihan Lebih Bertahap
Pertama, pemain sebaiknya memulai tanpa badge. Kemudian, pemain hanya boleh mengajukan kursus kepelatihan setiap tiga tahun. Jika pemain menjuarai kompetisi besar, ia boleh mempercepatnya menjadi dua tahun. Namun, jika klub menolak pengajuan, pemain harus menunggu enam bulan sebelum mencoba lagi.
Lamaran Kerja Lebih Selektif
Selanjutnya, pemain hanya boleh melamar ke klub dengan reputasi maksimal 0,5 bintang di atas reputasi pribadi. Dengan begitu, lonjakan karier terasa lebih alami.
Tanggung Jawab Manajer Secara Bertahap
Pada musim awal, pemain menyerahkan hampir seluruh tanggung jawab kepada staf. Seiring waktu dan prestasi, pemain perlahan mengambil alih kontrol.
Proses Transfer Lebih Alami
Selain itu, pemain hanya boleh merekrut pemain setelah proses scouting selesai. Pemain juga tidak boleh mencari target secara instan berdasarkan atribut.
Rekrutmen Staf Lebih Realistis
Terakhir, pemain hanya boleh merekrut staf melalui iklan. Pemain tidak boleh mendekati kandidat tertentu secara langsung.
Tantangan FM 26 Tetap Ada, Asal Dijaga
Pada akhirnya, progres cepat memang bisa mengikis imersi. Namun, dengan disiplin dan batasan buatan sendiri, Football Manager 26 tetap mampu menghadirkan perjalanan karier yang berat, masuk akal, dan memuaskan.
Jika save pengangguran terasa terlalu mudah, maka pemain perlu meninjau kembali cara mereka memainkan game ini, bukan sekadar menyalahkan sistem.