3 Pemain yang Tersisih dari EA FC 26 Team of the Season, Padahal Pantas Masuk Sorotan
Seiring musim sepak bola Eropa 2025/26 memasuki fase akhir, EA FC 26 mulai merilis daftar Team of the Season (TOTS) yang selalu dinantikan pemain Ultimate Team. Selain menghadirkan kartu dengan rating tinggi, momen ini juga menimbulkan satu realitas yang tak terhindarkan: jumlah pemain layak selalu lebih banyak daripada slot yang tersedia.
Akibatnya, beberapa performa penting justru terlewat dari sorotan utama. Berikut tiga pemain yang sebenarnya memiliki musim kuat, tetapi belum masuk dalam daftar TOTS versi awal.
Martin Zubimendi: Fondasi Tak Tergantikan di Lini Tengah Arsenal
Martin Zubimendi memegang peran penting dalam struktur permainan Arsenal sepanjang musim ini. Ia tidak hanya menjaga keseimbangan lini tengah, tetapi juga memastikan transisi permainan tetap berjalan stabil di tengah situasi skuad yang tidak selalu ideal.
Selain itu, ia bekerja sama dengan David Raya dan Declan Rice untuk menjaga konsistensi performa tim. Ketiganya hampir selalu tampil dalam laga-laga penting, sehingga Arsenal tetap kompetitif meskipun menghadapi masalah cedera di beberapa lini.
Namun demikian, intensitas tinggi di Premier League membuat performanya sedikit menurun pada fase akhir musim. Meski begitu, kontribusinya tetap membentuk fondasi penting yang mendorong Arsenal tetap berada dalam jalur persaingan gelar.
Kirsty Hanson: Kontributor Utama di Tim yang Tidak Dominan
Kirsty Hanson tampil menonjol bersama Aston Villa Women sepanjang musim. Ia mencetak 12 gol, sehingga ia menempati posisi atas dalam daftar pencetak gol liga.
Lebih jauh lagi, ia mencatat kontribusi yang sangat signifikan terhadap produktivitas timnya. Aston Villa Women hanya mencetak sekitar 30 gol sepanjang musim, sehingga hampir 40 persen gol tim berasal langsung dari kontribusinya.
Dengan demikian, ia tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pemain yang membawa beban serangan utama tim dalam banyak pertandingan.
Marcus Thuram: Konsistensi Tinggi yang Kurang Mendapat Sorotan
Marcus Thuram menjalani musim yang stabil bersama Inter Milan. Ia mencetak 13 gol dan 6 assist, sehingga ia ikut berkontribusi besar dalam perjalanan tim di Serie A.
Selain itu, ia mempertahankan performa yang konsisten di berbagai laga penting dan menunjukkan kualitas sebagai penyerang yang komplet. Meskipun beberapa rekan setimnya mendapat perhatian lebih besar dalam daftar TOTS, ia tetap memberikan dampak nyata di lini serang.
Namun, persaingan ketat di dalam skuad Inter membuat namanya tidak masuk dalam daftar utama. Meski demikian, performanya tetap berada pada level yang layak diperhitungkan.
Penutup: Seleksi TOTS Selalu Menyisakan Perdebatan
Secara keseluruhan, proses pemilihan TOTS selalu menimbulkan diskusi karena jumlah pemain berkualitas jauh lebih banyak dibandingkan slot yang tersedia. Selain itu, dominasi klub-klub besar sering kali membuat pemain dengan kontribusi besar di tim lain kurang mendapat perhatian.
Oleh karena itu, nama-nama seperti Zubimendi, Hanson, dan Thuram menunjukkan bahwa performa solid tidak selalu berakhir dengan pengakuan dalam bentuk kartu spesial, meskipun kontribusinya tetap signifikan sepanjang musim.